CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Selasa, 09 April 2013


ZIONIS LEBIH TAKUT WANITA MUSLIMAH,

uh menjadi solihah adalah
alamat “kiamat” bagi mereka. Jika seorang ibu
yang solehah mengasuh 5 anak muslim di
keluarganya untuk tumbuh menjadi generasi mujahid. Kita bisa hitung berapa banyak generasi
yang bisa dihasilkan dari 800 juta perempuan muslim
saat ini? (QS. Al-Maidah : 82). Sesungguhnya
kamu dapati orang-orang yang paling
keras permusuhannya terhadap orang-
orang yang beriman ialah orang-orang
Yahudi dan orang-orang musyrik. Ibu tidak saja adalah pihak yang dekat secara
emosional kepada seorang anak, tapi ia juga
memiliki pengaruh besar terhadap masa depan
akhlak dari generasi yang dilahirkannya. Maka kerusakan anak akan amat tergantung dari
kerusakan ibu yang mendidiknya. Oleh karena itu,
dalam bukunya Ma’rakah At Taqaaliid, Muhammad
Quthb mengemukakan alasan mengapa Islam
mengatur konsep pendidikan yang terkait dengan
arti kehadiran ibu dalam keluarga. Ia menulis: “Dalam anggapan Islam, wanita bukanlah
sekadar sarana untuk melahirkan, mengasuh,
dan menyusui. Kalau hanya sekedar begitu,
Islam tidak perlu bersusah payah mendidik,
mengajar, menguatkan iman, dan menyediakan
jaminan hidup, jaminan hukum dan segala soal psikologis untuk menguatkan keberadaannya…
Kami katakan mengapa ‘mendidik’, bukan
sekedar melahirkan, membela dan menyusui
yang setiap kucing dan sapi subur pun mampu
melakukannya.” Yahudi Merusak Barat Kehidupan Barat yang bebas sejatinya diawali dari
kehendak dari kalangan wanita untuk hidup bebas
dan meredeka sesukanya. M. Thalib, cendekiawan
muslim yang telah menulis puluhan buku tentang
pendidikan Islam juga menekankan bagaimana
proyek Zionis dibalik wacana pembebasan wanita di Barat. Menurutnya kaum Yahudi memiliki peran kuat
dibalik slogan Liberty, Egality dan Fraiternity
(kebebasan, persamaan dan persaudaraan) kepada
bangsa Perancis. Hal ini dipropagandakan oleh Zionis dan disebarkan
ke penjuru dunia hingga kita bisa merasakan apa
yang disebut Hak Asasi Manusia dan Feminisme pada
saat ini. Dalam bukunya, “Pergaulan Bebas, Prostitusi, dan
Wanita”, M. Thalib menulis, “Slogan-slogan inilah yang membuat orang-
orang bodoh turut serta mengulang-ulanginya
di seluruh penjuru dunia di kemudian hari, tanpa
berfikir dan memakai akalnya lagi.” Barat mengalami kehancuran total pada sisi
masyarakatnya karena bermula dari kehancuran
moral yang menimpa wanitanya. Wanita-wanita
Barat hanya dikonsep untuk mendefinisikan arti
kepribadian dalam pengertian yang sangat primitif,
yakni tidak lain konsep pemenuhan biologis semata. Dosen dan pelacur bisa jadi sama kedudukannya
mirip dengan perkataan Sumanto Al Qurtubhy, kader
Liberal didikan Kanada yang berujar, “Lho, apa
bedanya dosen dengan pelacur? Kalau dosen
mencari nafkah dengan kepintarannya, maka
pelacur mencari makan dengan tubuhnya.” Peperangan-peperangan besar semasa hayat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam , seperti: Perang Badar, perang Uhud, perang Ahzab
dan perang Tabuq seluruhnya tidak lepas dari buah
kelicikan bangsa Yahudi. Mereka mendorong dan
membujuk golongan-golongan bangsa Arab yang
musyrik maupun yang kafir agar bersatu padu
menghancurkan dakwah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan Islam. Tatkala Rasulullah dan para sahabat dari perang Badar pulang membawa kemenangan, maka seluruh
kaum Muslimin Madinah menjadi gembira. Pada
waktu sampai di kota Madinah diberitakanlah kepada
rakyat nama tokoh-tokoh Quraisy yang mati
terbunuh dalam perang Badar. Pada saat bangsa
Yahudi Madinah mendengar berita ini, seorang tokoh Yahudi bernama Ka’ab bin Asyraf berusaha
melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang berisi
kebimbangan-kebimbangan terhadap kemenangan
kaum Muslimin dan terbunuhnya tokoh-tokoh
Quraisy. Setelah Ka’ab bin Asyraf memperoleh penegasan
kematian para tokoh Quraisy pada perang Badar
tersebut, lalu ia pergi ke Mekkah untuk
membangkitkan semangat mereka kembali
memerangi Rasulullah. la membacakan puisi, menangisi kekalahan mereka dan para korban
perang itu di desa Al-Qalib. Usaha Ka’ab tidak
hanya sampai di situ saja, tetapi setibanya ia kembali
di kota Madinah mulai ia membuat puisi-puisi yang
menyerang kehormatan wanita-wanita Islam
Madinah. Tindakan Ka’ab yang keji ini menimbulkan marah ummat Islam Madinah, sehingga akhirnya ia
dibunuh oleh salah seorang sahabat Nabi. Yahudi di Akhir Zaman Kaum Zionis, apakah mereka yang berada di Tanah
Palestina maupun yang tersebar di Amerika dan
Eropa, sangat yakin bahwa era milenium ketiga ini
merupakan pintu gerbang pada akhir zaman. Entah
sengaja atau tidak, kasus WTC 911, dimana Menara
Kembar WTC yang dilihat dari jauh bagaikan sebuah gerbang, diruntuhkan, maka seakan terbukalah
suatu era baru bagi keyakinan ini. Segala daya upaya mereka lakukan guna
menghadapi datangnya Messiah palsu yang mereka
yakini - Dajjal, akan memimpin mereka dari Kuil
Sulaiman untuk menaklukkan dunia. Namun ada satu anomali yang secara diametral
bertentangan dengan keyakinan mereka ini. Di satu
sisi mereka mengaku sangat yakin akan bisa
mengalahkan seluruh umat manusia, wabilkhusus
umat Islam, dan menjadi pemimpin dunia, namun di
sisi lain mereka juga berlomba-lomba menanami Tanah Palestina yang mereka duduki secara tidak
sah, dengan pohon ghorqod (nama latin: Nitraria
retusa). Ada sebuah hadits shahih tentang hari akhir
mengenai pohon ini: “Tidak akan terjadi kiamat hingga kaum
Muslimin memerangi kaum Yahudi, lalu
membunuh mereka, sehingga seorang Yahudi
bersembunyi di balik batu dan pohon, lalu batu
dan pohon berkata: ‘Hai Muslim! Hai hamba
Allah! Ini Yahudi di belakangku, kemarilah, bunuhlah dia! Kecuali pohon ghorqod, maka, itu
adalah dari pohon-pohonnya orang
Yahudi,” (HR Muslim VII/188, Bukhari IV/51,
Lu’lu’ wa al-Marjan III/30). Panggilan universal, sebutan MUSLIM, bukan sebutan
bangsa tertentu, dimana yang pastinya mereka
hamba Allah yang merupakan didikan kaum Muslimah Shalihah yang memahami Quran dan
Sunnah tidak setengah-setengah atau korban
propaganda zionis yang menguasai kehidupan,
damai ala mereka tetapi mereka selalu licik
menanamkan kerusakan hingga korban akibat
maksiat disegala bidang akibat dunia dijauhkan dari nilai-nilai Ilahi. Melihat ulah para Zionis-Yahudi yang berlomba-lomba
menanami Tanah Palestina dengan pohon Ghorqod,
maka kenyataan ini menjelaskan kepada kita bahwa
kaum Yahudi itu sesungguhnya memahami hakikat
hari akhir, dimana mereka akan dikejar-kejar oleh
umat Islam dan hanya pohon Ghorqod-lah satu- satunya tempat yang bersedia dijadikan tempat
persembunyian (perlindungan) kaum Yahudi. Dari
keyakinan mereka terhadap pohon itu, mereka
yahudi juga memahami bagaimana gencarnya
menjadikan Islam sebagai bahan fitnah agar terus
menjadi kerdil beserta propagandanya, yang paling besar adalah propaganda mereka dalam bidang
peradaban yang merusak moral kaum wanita
sebagai calon bunda, Semoga Allah menolong kita,aamiin ya Rabb.
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar