CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Selasa, 09 April 2013


Japanese Footwears Yang Unik

1. Waraji
http://www.nagomijapan.com/images/waraji.jpg

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/f/f7/Waraji.jpg

Waraji adalah sandal dari anyaman tali jerami/batang padi. Jaman dulu, alas kaki ini merupakan standard lho di Jepang, cuma sekarang ini hanya digunakan oleh pendeta budha. Biasanya digunakan juga kalau mendaki / perjalanan jauh, atau kalau ada perayaan aja, kenapa?? makenya ribet.

2. Jika Tabi
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/8/85/Jika-tabi.jpg

Bentuknya seperti boots, cuma ujungnya terbelah dua - merupakan pemisah jempol dan jari-jari yang lain. Biasa dipakai pekerja konstruksi, petani, tukang kebun. Arti jika-tabi sendiri adalah "kaus kaki yang bersentuhan langsung dengan tanah". cuma hati-hati makenya , takutnya kena paku bisa tembus lho

3. Geta
http://www.shop-japan.co.jp/shop/image/m/m02-geta-5047.jpg

https://www.butler.edu/studentlife/bang/sitefiles/1000/Geta%20Sandals.jpg
geta itu sendal kayu yang mirip bakiak, biasanya terbuat dari kayu kiri / paulownia. Biasa dipasangkan dengan kimono / yukata, biasa juga dipakai saat hujan atau salju. Nah, yang harus diketahui, bentuk geta untuk pria itu persegi empat, sedangkan untuk wanita itu oval.

4. Okobo
http://www.zipangu-treasures.com/catalog/IMGP0758.JPG

http://i258.photobucket.com/albums/hh268/fuyou-hime/4613-5.jpg
semacam geta juga, tapi dibuat agak tinggi. kenapa? supaya ga mengotori kimono kalau lagi jalan, biasa dipakai oleh maiko / geisha magang, dan sering juga dipakai saat pernikahan oleh pengantin wanita.

5. Zouri
http://www.shop-japan.co.jp/shop/image/m/m02-zori-5056.jpg

http://store.japan-zone.com/images/apparel/footwear/zori/rustic_zori_white3.jpg

penjelasan simpelnya? yap sendal jepit, bentuknya agak miring, lebih tinggi bagian belakangnya. Biasa dipakai di acara yang formal (kalau di Indonesia sendal jepit kan buat ke warung ya ? ). Wanita biasa memakai zouri yang berwarna merah, sekalian pakai tabi / kaus kak

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar