CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Kamis, 21 Februari 2013

WANITA MUSLIMAH



Inilah suatu perkabaran yang teramat lumrah gerangannnya atas manusia, yang apabila seorang wanita murahan melangkah di muka bumi dengan sekehendak hatinya tanpa aturan dan lagi tanpa berkesudahan selama hidupinya. Tiadalah engkau hendak berkata bahwa ia adalah dari golongan wanita kafir saja, melainkan adalah juga dari golongan muslim itu sendiri yang mengikuti budaya kekafiran dan serta merta dalam kesesatan yang nyata dalam kehidupan mereka.
Wanita Murahan Vs Wanita Muslimah Dalam Kehidupan Sehari-hari :
Hal Berpakaian
Wanita Murahan : Wanita murahan dengan wanita kafir adalah sama, mereka berpakaian sedang pada hakikatnya tiadalah ubahnya atas gerangan orang – orang wanita daripada mereka itu seumpama hewan, hewan berpakaian sebagaimana bulu – bulu yang menyelimuti kulitmereka sedang pada hakikatnya mereka tetaplah telanjang sampai memperlihatkan kemaluan mereka.
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda :
Ada dua kelompok termasuk ahli neraka, aku belum pernah melihatnya: Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapl, mereka memukul manusia dengan cambuknya, dan wanita yang kasiyat (berpakain tapi telanjang baik karena tipis, atau pendek yang tidak menutup semua auratnya), Mailat mumilat (bergaya ketika berjalan, ingin diperhatikan orang) kepala mereka seperti punuk onta yang berpunuk dua. Mereka tidak masuk surga dan tidak mendapatkan baunya padahal bau surga itu akan didapati dari sekian dan sekian (perjalanan 500 th)..(HR. Muslim 3971, Ahmad 8311 dan Imam Malik 1421).
Wanita Muslimah : katakanlah kepada orang-orang yang benar lagi mengkehendaki kebenaran, wanita manakah yang lebih baik gerangannya antara wanita muslimah dengan wanita yang selainnya ?, niscaya mereka akan menjawab “wanita muslimah”..karena mereka berpakaian seumpama makanan yang terbungkus lagi awet semasa sisa jatahhidupnya dan mereka tetap awet selama itu, sedang wanita yang selain daripada itu tiadalah, oleh karena mereka seumpama makanan yang tiada terbungkus dengan baik atau terbuka menurut kehendak mereka, sehingga apabila makanan itu terbungkus dalam keadaan seperti itu akan segera membasi lagi menimbulkan bau yang sangat busuk.
Firman ALLAH Ta’ala :
يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاساً يُوَارِي سَوْءَاتِكُمْ وَرِيشاً وَلِبَاسُ التَّقْوَىَ ذَلِكَ خَيْرٌ ذَلِكَ مِنْ آيَاتِ اللّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ
Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi `auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. Al-A’raaf: 026.
Yaitu adalah pakaian yang menutupi aurat wanita sebagaimana yang telah ALLAH dan Rasul-Nya tetapkan atas kamu, sedang ALLAH melaknati wanita yang berpakaian yang selain daripada ketetapan itu.
Keluar Rumah
Wanita Murahan : Wanita murahan dengan wanita kafir adalah sama, adalah mereka mengkehendaki fitnah atas sekalian manusia akan gerangan diri-diri mereka yang berkehendak keluar daripada rumahnya yang tiada bersama bagi sesiapa yang menjadi mahrom baginya.
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda :
Wanita itu adalah aurat, apabila dia keluar akan dijadikan indah oleh syetan.”(Shahih.HR Tirmidzi 1093, Ibnu Hibban dan At-Thabrani dalam kitab Mu’jmu1 Kabir.Lihat A1-Irwa’: 273).
Wanita Muslimah : Sesungguhnya wanita muslimah apabila ia hendak keluar, niscaya jikalaulah ia seorang istri hendaklah ia beroleh izin daripada suaminya dan bepergian bersama mahromnya untuk melindunginya atau memberi rasa aman atas dirinya dari sekalian kejahatan lagi fitnah manusia. Sedang jikalaulah ia hanyalah seorang wanita lajang dan hendak bepergian maka hendaklah ia bersama mahromnya atau hendaknya agar ia berdiam diri di rumahnya.
Firman ALLAH Ta’ala :
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى
dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu. Al-Ahzaab : 033.
Berpenampilan
Wanita Murahan : Wanita murahan dengan wanita kafir adalah sama, dan adalah mereka berpenampilan sebagaimana yang Iblis ajarkan atas mereka, agar kiranya mereka menampak-nampakkan auratnya yang haram tampaknya bagi mereka dan atas sekalian manusia. Sedang menunjukkan lekak-lekuk tubuh dengan berpakaian tipis maupun karena ketat adalah suatu kesukaan hidup bagi mereka, oleh karena mereka wanita murahan yang sesiapa yang berkehendak akan dia dengan segala apa-apa yang ada pada dirinya itu niscaya adalah mereka akan bersuka ria memberikannya bagi sesiapa yang mengkehndakinya.
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda :
  خَرَقَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَنْهَا سِتْرَهُ أيَّمَا اِمْرَأَةٍ نَزَعَتْ ثِيَا بَهَا في غَيْرِ بَيْتِ
“Siapa saja di antara wanita yang melepaskan pakaiannya (hijab yaitu tidak berjilbab dan tidak berpakaian syar’I atau longgar) di selain daripada rumahnya, maka Allah Azza wa Jalla telah mengoyak perlindungan rumahnya itu dari padanya.”
Wanita Muslimah : adalah mereka berpakaian tebal lagi longgar atau dengan pakaian yang tiada akan menunjukkanlekak-lekuk tubuh mereka, sedang jilbab yang suci senantiasa melingkari atas wajah-wajah mereka serta melebar panjang sampai pinggangnya. Oleh karena mereka hendak membeli surga dengan menutupi auratnya didunia dengan nilai yang tiada terbeli oleh manusia melainkan hanya dapat dibeli oleh sesiapa yang berhak atas mereka yaitu suami-suami mereka semata. Sedang wanita murahan itu adalah yang menjual auratnya dengan harga yang teramat murah gerangannya yang bahkan sesiapapun dapat membeli akan dia.
Berjalan
Wanita Murahan : Wanita murahan dengan wanita kafir adalah sama, mereka melangkahkan kedua kakinya seraya melenggak-lenggokkan pinggulnya dihadapan manusia. Mereka menghentakkan kakinya agar tampaklah gerangan perhiasan yang ia kenakan dihadapan manusia.
Firman ALLAH Ta’ala :
 وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعاً أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. An-Nuur: 031.
Atau seumpama sabda Nabi di atas yaitu wanita mailat mumilat, wanita yang bergaya apabila berjalan agar manusia cenderung untuk melihat gerangannya itu.
Wanita Muslimah : adalah mereka berjalan bersama mahromnya apabila keluar daripada rumahnya dengan menundukkan pandangannya lagi teramat takut fitnah dan akan sekalian gerangan manusia.
Firman ALLAH Ta’ala :
وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ
Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya. An-Nuur: 031.
Bersolek
Wanita Murahan : Wanita murahan dengan wanita kafir adalah sama, mereka berhias lagi bertabarruj agar lebih menampakan keelokan rupa hingga wajah-wajah mereka. Mereka berhias bukan pada suami-suami mereka atau yang seumpamanya, melainkan adalah bagi seluruh manusia yang melihat akan gerangan daripadanya.
Firman ALLAH Ta’ala di atas :
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى
dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu. Al-Ahzaab : 033.
Wanita Muslimah : wanita muslimah hanya berhias untuk suami – suami mereka saja, sedang pada yang selain daripada itu (walau mahromnya) tiadalah melainkan sebagaimana ia yang biasa.
Bekerja
Wanita Murahan : Wanita murahan dengan wanita kafir adalah sama, dunia adalah surga yang nyata bagi mereka sedang mereka senantiasa mencari uang, harta dengan segala perhiasan dengan cara apapun didunia. Mereka berpakaian dengan menampak-nampakkan auratnya, serta melenggak-lenggokkan pinggulnya dihadapan laki-laki yang tiada halal baginya sampai ada yang merelakan lagi menjual kemaluannya dengan uang dan harta yang sedikit. Astaghfirullah Hal Adzim..
Wanita Muslimah : sesungguhnya wanita muslimah tiadalah mereka hendak bekerja, melainkan baginya menjaga kehidupan akhiratnya adalah lebih utama daripada kehidupan dunianya yang hanya sementara. Sedang apabila ia seorang istri niscaya ia hanya berdiam diri dirumahnya dan lagi menjaga kehidupan akhiratnya dengan menjaga rumah tangganya, anak-anaknya atau yang seumpamanya karena telah ada baginya suami untuk menunaikan segala kebutuhan hidup lagi segala barang kehendaknya.
Firman ALLAH Ta’ala :
الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاء بِمَا فَضَّلَ اللّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنفَقُواْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللّهُ
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang ta`at kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). An-Nisaa’: 034.
Kecuali bagi wanita yang terpaksa bekerja, karena ia bersendirian lagi dalam hidup sengsara dan sebatang kara, karenanya dibolehkan poligami adalah hanya untuk mengangkat derajat wanita yang sedemikian ini demi ibadah kepada ALLAH yaitu akan kasih sayang sesama muslim atas hamba-hamba ALLAH wanita yang hidup bersendirian, sedang ia dalam kesengsaraan yang nyata dan lagi yang berkhidupan sebatang kara dan demi kesenangan hati mereka pula.
Ikhtilat
Wanita Murahan : Wanita murahan dengan wanita kafir adalah sama, sedang berikhtilath adalah suatu kesukaan bagi mereka, mereka berkumpul lagi bersuka ria dengan yang bukan mahromnya serta merta merobek hijab lagi kesucianatas diri – diri mereka.
Wanita Muslimah : seorang wanita muslimah tiadalah hendak berkumpul melainkan hanya dengan mahromnya saja, dan ingatlah..bahwa sesungguhnya ALLAH Tabaraka wa Ta’ala melarang bagi hamba-hamba ALLAH yang beriman laki-laki semasa Nabi untuk bersua dengan para ibu setiap muslimin dan muslimah (Ummul Mukminin) atau istri-istri nabi, melainkan hanya dari balik tabir :
 وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعاً فَاسْأَلُوهُنَّ مِن وَرَاء حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ
Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Al-Ahzaab:053.
Bersendirian
Wanita Murahan : Wanita murahan dengan wanita kafir adalah sama, apabila mereka bersendirian niscaya mereka akan mengada-ngadakan sesuatu yang tiada bermanfaat bagi kebaikannya.
Wanita Muslimah : adalah mereka lebih menyukai berkhalwat lagi beribadah kepada ALLAH dalam kesendirian mereka, sedang bagi mereka..bahwa sesungguhnya..tiadalah mereka bersednrian melainkan ada ALLAH yang senantiasa menemani.
Hubungan dengan laki-laki (non mahrom)
Wanita Murahan : Wanita murahan dengan wanita kafir adalah sama, sedang mereka tiada pembatas antara wanita yang satu dengan sebahagian laki-laki yang lain. Dan adalah merupakan suatu kewajiban bagi mereka atas apa-apa yang disebut “pacar”,  sebagai upaya untuk permainan syahwat yang kotor oleh hatinya.
Firman ALLAH Ta’ala :
وَلاَ تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. Al-Israa’ : 032.
Dan sesungguhnya hubungan daripada mereka (berpacaran) itu, bukan hanya mendekati zinah melainkan adalah telahberzinah, zinah syahwat dengan rayuan beserta sekalian tipu daya dalam hatinya, zinah tangan dengan bergandengan, zinah mata tanpa hijab berpandangan satu sama lain, zinah kaki karena berduaan melangkah menuju suatu tempat yang mereka sebut “romantis”, atau zinah tubuh oleh karena mereka berpelukan, hingga bahkan di penghujung daripada kesemua zinah itu..bertemulah dua kemaluan yang diharamkan. Naudzubillahi Min Dzalik..
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda :
Tercatat atas anak Adam nasib-nasibnya dari perzinahan dan dia pasti mengalaminya, kedua mata zinahnya melihat, kedua telinga zinahnya mendengar, tangan zinahnya memaksa / menggenggam dengan keras/paksa, kaki zinahnya melangkah dan hatinya zinahnya berhasrat/berharap dan kesemuanya dibenarkan oleh kelamin atau digagalkannya. HR. Bukhari
Firman ALLAH Ta’ala tersebut di atas :
وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ
Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, An-Nuur : 031.
Wanita Muslimah : tiadalah mereka hendak berduaan dengan laki-laki yang tiada halal baginya (Non Mahrom) sedang mereka senantiasa terjaga daripadanya, melainkan hanya bagi seorang istri dengan suaminya sedang yang sedemikian itulah suatu jalan yang lebih baik bagi kesucian mereka. Dan ALLAH Tabaraka wa Ta’ala menyukai mereka, sebagaimana mereka yang menyukai ketetapan ALLAH dan Rasul-Nya atas diri-diri mereka.
Dan adalah aku beroleh perkabaran dari seorang akhi dimasa-masa yang telah lalu sedang ia teramat beruntung seumur hidupnya, ketika ia melamar seorang akhwat yaitu wanita yang suci sedang wanita itu tiadalah pernah disentuh oleh seorang lelaki sekalipun sebelumnya selain daripada mahromnya. Wallahi..sesungguhnya gerangan wanita yang sedemikian itu berada dalam bilangan yang sedikit, sedang bilangan yang sedikit itu niscaya ALLAH pertemukan dengan bilangan yang sedikit pula.
Laki-laki yang sholeh dan wanita yang sholehah yaitu para ahli syurga adalah dalam bilangan yang sedikit, sebagaimana kegentaran hati iblis akan bilangan yang sedikit :
قَالَ أَرَأَيْتَكَ هَـذَا الَّذِي كَرَّمْتَ عَلَيَّ لَئِنْ أَخَّرْتَنِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ لأَحْتَنِكَنَّ ذُرِّيَّتَهُ إَلاَّ قَلِيلاً
Dia (iblis) berkata: “Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali yang sedikit sekali”. Al-Israa’ 062.
Wallahu Ta’ala A’lam
Ya ALLAH..wahai Tuhan yang tiada sesembahan selain Engkau, sesungguhnya manusia yang berada dalam Nikmat lagi Rahmat-Mu adalah golongan  manusia dalam bilangan yang sedikit, maka Ya ALLAH..palingkanlah hati kami dari sekalian dosa lagi maksiat yang Engkau murkai..dan tuntunlah hati kami menuju daripada golongan orang-orang dalam bilangan yang sedikit.. dalam Nikmat lagi Rahmat-Mu. Amiin..Amiin..Allohumma Amin..
Jika terdapat suatu perkataan yang tiada berkenan bagimu, maka kepada ALLAH aku memohon ampun..sedang kepada kamu sekalian..aku memohon maaf..
Artikel ini merupakan kajian penulis (admin), karenanya..mohon maaf atas segala kekurangan lagi kekhilafan yang terdapat didalamnya.
Jazzakumullah khairaan katsiron…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar