CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Jumat, 22 Februari 2013

LEBIH INDAH DENGAN BERJILBAB


Assalamualaikum,
Nama saya Nalia Rifika dan inilah cerita hijabku :)
Keputusan Berjilbab 
Papa dan Mama saya asli Aceh. Hampir seluruh seluruh keluarga besar saya, perempuannya berjilbab. Mama dan Papa sering sekali bertanya kapan saya akan pakai jilbab terutama setelah kuliah, tapi jawaban saya selalu sama “Nanti ya ma, pa, kalau udah kesampaian jadi pembaca beritanya”. Yup, sejak kuliah di D3 Broadcast, saya memang  bercita-cita menjadi pembaca berita di TV swasta. Bahkan ketika saya mengambil kuliah S1 Hubungan Internasional, saya tetap ingin menjadi pembaca berita dan bela-belain menjalankan dua kuliah di waktu yang sama. Saat itu saya berpikir akan menggunakan jilbab baru pas akad nikah.
Tapi, tahun 2010 setelah lulus S1 dan saya justru kerja jadi wartawan di salah satu media cetak, saya jadi tidak terlalu berambisi lagi untuk menjadi pembaca berita. Saat kerja sebagai wartawan itu saya juga sedang mempersiapkan pernikahan di bulan Desember. Saat itu, saya sudah mulai berpikir untuk menggunakan jilbab sebelum hari pernikahan. Alasannya sangat simpel “masa pas akad nikah dan resepsi pakai jilbab, tapi foto-foto preweddingnya ga pakai jilbab,” pikir saya saat itu.
Karena baru menjadi wartawan, setiap 3 bulan saya dirolling dan pindah pos liputan. Ketika bulan Mei kantor saya melakukan rolling, saya yang tadinya liputan di kementerian keuangan jadi harus ‘jaga pos’ di mabes polri. Saat itu, saya tiba-tiba berpikir ini momen yang pas untuk berjilbab karena pindah pos berarti saya akan bertemu teman-teman wartawan yang berbeda, sehingga tidak perlu menghadapi  pertanyaan orang-orang yang kaget dengan keputusan saya berjilbab. hehe. :D
Jadi, tanggal 1 mei 2010 malam saya pun bertanya ke calon suami “Ka’, kalau besok pas kita ketemu ade’ pake jilbab gimana?” Dan alhamdulillah calon suami waktu itu sangat mendukung. Jadi lah tanpa ada persiapan apapun, tanggal 2 mei 2010 pas mau jalan dengan calon suami saya ke kamar mama dulu untuk pinjem ciput dan jilbab. Waktu ketemu calon suami dengan kondisi sudah berjilbab dia pun hanya tersenyum dan bilang “cantik”. Hari itu juga  tanpa sengaja, saya bertemu teman kuliah yang kaget melihat saya berjilbab tapi bilang “cocok banget fik pake jilbab :) “.
Waktu akhirnya teman-teman kantor tau saya berjilbab, komentar meraka adalah “gara-gara liputan di mabes ya pake jilbab? biar ga digangguin sama polisi-polisi ya?”. Saat itu saya hanya tertawa saja mendengar komentar itu, tapi kalau dipikir-pikir ada benarnya juga. Karena dulu sebelum pakai jilbab pernah liputan ke mabes polri dan polisi yang jaga di pos depan malah ngegodain “disini aja mba, ga usah masuk” atau “minta no teleponnya donk mba”. Tapi pas liputan kesana sudah berjilbab ga ada lagi deh yang genit-genit, paling kalau lewat mereka cuma bilang “Assalamualaikum mba”. Dari hal kecil ini aja udah keliatan banget gimana jilbab ‘menjaga’ kita.
Berkah jilbab
Dari sebelum berjilbab, tepatnya sejak saya sedang menulis skripsi, saya mulai ngeblog yang isinya lebih banyak tentang sharing outfit, atau lebih sering disebutnya fashion blogger, walaupun saya tidak terlalu ngerti fashion dan tidak bisa dibilang fashionable juga. Setelah berjilbab, saya pun tetap ngeblog dan mulai mencari-cari inspirasi dari blogger berjilbab. Saat itu blogger yang berjilbab masih sangat jarang. Tapi salah satu yang sangat membantu adalah hijabscarf . Dari blog itu juga saya mulai tau ada Dian Pelangi, Ria Miranda, Jenahara, dan muslimah-muslimah lainnya yang sangat inspiratif. Saat itu, tidak pernah kepikiran bisa bertemu langsung dengan mereka dan bahkan membentuk hijabers community seperti sekarang.  Allah SWT mempertemukan saya dengan teman-teman yang subhanallah baik dan sudah seperti keluarga yang sangat dekat, padahal bisa dibilang kita semua baru saling kenal. Setelah bertemu mereka juga lah saya mulai memperbaiki cara berpakaian dan banyak belajar mengenai hal-hal lainnya. Semua benar-benar karena berkah dari berjilbab.
Dan tepat 10 hari sebelum akad nikah, saya resmi resign sebagai wartawan, karena memang calon suami saat itu tidak terlalu mendukung pekerjaan saya yang tidak kenal waktu dan sering kali harus kerja disaat orang lain libur. Saat itu, saya belum memutuskan apa saya akan mencari kerja lagi atau daftar PNS atau mulai bisnis sendiri seperti cita-cita lama saya. Karena memang sudah sejak lama saya sangat ingin mempunyai butik dan label sendiri, tapi selalu terbentur banyak hal. Dan untuk permulaan saya pun mulai dengan bisnis online baju muslim yang ternyata responnya sangat positif. Dari situ saya pun memberanikan diri untuk mengeluarkan label sendiri dan ternyata tidak sesulit yang saya bayangkan sebelumnya. Alhamdulillah sejak berjilbab sepertinya Allah SWT mempermudah banyak hal.
Tidak ada “jilbabin hati lebih dulu”
Sering kali kata-kata itu diucapkan oleh perempuan yang ditanya kapan mau berjilbab. Bisa dibilang saya anti banget ama kata-kata itu karena menurut saya itu cuma cara orang ngeles karena belum mau berjilbab, padahal mungkin dia juga memang tidak berpikir untuk berjilbab. Saya malah lebih suka dengar jawaban straight to the point seperti “belum siap berjilbab”, karena menurut saya tidak ada cara untuk menjilbabkan hati. Dari sebelum berjilbab pun saya tidak pernah menggunakan alasan mau jilbabin hati dulu ketika ditanya kapan mau berjilbab. Saran saya, untuk yang belum berjilbab jangan hanya beralasan ingin menjilbabkan hati tapi cobalah untuk menjilbabkan fisik lebih dulu. Berjilbab tidak berarti hati kita harus bersih dan membuat kita seperti malaikat yang tanpa dosa. Tapi InsyaAllah dengan berjilbab dengan sendirinya kita akan terdorong untuk menjadi pribadi yang lebih baik karena itu saya rasakan sendiri.
Saya percaya kesiapan seseorang untuk berjilbab memang beda-beda. Kita tidak bisa memaksa seseorang untuk berjilbab. Berdasarkan pengalaman, beberapa saudara dan teman yang berjilbab karena paksaan ujung-ujungnya lepas pakai atau benar-benar dilepas pada akhirnya. Yang bisa kita lakukan adalah meyakinkan mereka yang belum berjilbab kalau berjilbab itu justru membuat kita lebih nyaman dan semua bahkan menjadi lebih indah setelah berjilbab. InsyaAllah itu janji Allah SWT kepada yang menjalankan perintah-Nya
Terima kasih ya sudah meluangkan waktu untuk membaca cerita saya. Semoga bermanfaat dan membantu meyakinkan kalian yang masih ragu-ragu untuk segera berjilbab

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar